::Sekembalinya Nanti::
Bibir basah dijamah;
oleh secawan kopi di atas meja lusuh
hangatnya terluak sejam lalu
fikiran separa melayang
terbayang, terkenang..
Aku menyelongkar warkah lalu
ditelaah, berulang~ulang
kerna ku ingin cebis jiwamu
dirasakan dalam jiwaku.
Kau tak bertandang
sejak sepurnama lalu
walau sekelumit suara tak diperdengarkan.
Puisi masih separa kontang
di rak buku yang sarat;
tak terluah ilham
dari benak fikiran, buntu.
merenung ke jendela (yang belum dikatup);
suara batin menjengah keluar
mencari nyala cintamu di malam dingin
ingin ku kucup dahimu lagi
seperti waktu dahulu
kerna ia simbol cinta yang ku zahirkan..
Kadang gugup mengisi hati
sebentar khuatir, ingin bertanya khabar
sebentar rindu, ingin bermanja denganmu.
namun semua tak tertunai
kerna waktu mencemburuimu..
Sayang..
aku masih setia di sini
menantimu saban hari
dengan secawan kopi di tangan
masih meruap panasnya;
di meja lusuh yang sama.
Sekembalinya dikau dari kesibukan nanti
kita akan bermesra seperi biasa
bergurau senda dan merengek manja
melunaskan rindu bergunung
diroyong hati;
kerna teranyam kalimah cinta di dasarnya!!
(9:04pm, 20 April’09 - 12:56pm, 8 Jun’09)
Saat bertemu kembali dengan Mrs.Husaini untuk sekian waktu, rindu meranumi jiwa dengan mega; saatku kucup dahinya. Cinta masih utuh, bercambah seiring usia..